Kerugian akibat kurang gizi pada balita bisa berupa rendahnya kecerdasan dan rentan terserang berbagai penyakit infeksi karena daya tahan tubuhnya rendah, terutama pada penderita gizi buruk dengan komplikasi.

“Pada beberapa jenis penyakit, anak yang gizinya kurang lebih berpotensi menderita komplikasi dan terkena infeksi berat, misalnya pada penyakit tifus, campak, atau gangguan hati,” kata dr. Kiki Madiapermana, Sp.A, dari RS Sumber Waras, dalam diskusi bersama media di Jakarta, Selasa (30/3/2010).

Kuman penyakit yang berhasil menyusup ke dalam tubuh akan berhadapan dengan sel-sel pemangsa yang beredar dalam pembuluh darah dan getah bening. Salah satu reaksi mekanisme pertahanan yang umum terjadi adalah peradangan, yakni penghadangan terhadap semua mikroorganisme penyebab penyakit.

“Pada anak yang mengalami kekurangan gizi, mekanisme anti peradangan ini lebih dominan sehingga anak gampang kena infeksi berat,” kata dr.Kiki.

Sementara itu pada anak yang kelebihan gizi dan kegemukan, reaksi yang dominan adalah respon imun yang berlebihan.

Yang ideal adalah berat badan yang normal sehingga tubuh punya kemampuan melawan kuman sesuai standar. Lebih ideal lagi bila anak mendapatkan imunisasi sehingga sistem kekebalan tubuhnya meningkat.

“Imunisasi akan membantu tubuh lebih cepat mengenali penyakit dan merangsang sistem imun tubuh untuk bereaksi terhadap penyakit itu dan menghentikan infeksi,” tambahnya. sumber : kompas.com