Intip Kesehatan dari Warna Urine

JAKARTA, KOMPAS.com — Tahukah Anda, perubahan warna, bau, dan konsistensi urine bisa menjadi petunjuk penting status kesehatan seseorang? Urine bisa mengungkapkan apa saja yang kita makan, berapa banyak air yang sudah diminum, dan penyakit apa yang sedang diderita.

Analisis urine untuk mengintip kesehatan telah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Menurut Tomas Griebling, MD, MPH, ahli urologi dari University of Kansas, urine ibarat jendela untuk melihat apa yang terjadi dalam tubuh. “Berbagai hal yang bersirkulasi dalam tubuh, termasuk bakteri, jamur, protein, dan gula, akan keluar lewat air seni atau urine,” katanya.

click to enlarge

Tubuh kita juga mengeluarkan kelebihan air dan “sampah” yang sudah difilter oleh ginjal melalui urine. “Fungsi utama urine adalah membawa zat-zat toksin keluar dari tubuh agar tidak menumpuk di tubuh dan berdampak buruk bagi kesehatan,” papar Anthony Smith, MD, ahli urologi.

Itu sebabnya, bila kita menemukan adanya perubahan warna atau bau yang tidak biasa dari urine (di luar jenis makanan yang dikonsumsi), bisa jadi itu adalah pertanda ada gangguan kesehatan.

Warna kuning dalam urine berasal dari pigmen warna yang disebut urochorme. Warna urine yang normal adalah kuning hingga kuning pucat. Warna urine kuning gelap merupakan tanda tubuh kekurangan air. Sebaliknya, warna urine yang terlalu bening bisa menjadi tanda Anda terlalu banyak minum air atau sedang mengonsumsi obat diuretik (penyerap air yang membuat volume urine bertambah).

Warna urine juga bisa berubah-ubah sesuai dengan makanan yang kita asup. Misalnya, makan wortel bisa membuat warna urine menjadi agak oranye, sedangkan obat-obatan juga bisa mengubah warna urine.

Yang perlu diwaspadai adalah jika warna urine menjadi agak kemerahan karena itu bisa menjadi tanda ada darah dalam urine. “Bila Anda melihat ada darah dan warna urine agak gelap, itu bisa menjadi tanda adanya infeksi,” kata Smith.

Normalnya, urine tidak punya bau yang kuat. Bila Anda mendapati bau yang tajam, bisa jadi Anda terkena infeksi atau batu ginjal yang sering menimbulkan bau amonia. Adapun bau manis yang menguap dari urine bisa menjadi tanda penyakit diabetes.