Kanker Usus Bisa Dideteksi dari Kadar Protein

AN Uyung Pramudiarja : detikHealth

detikcom – Washington, Mendeteksi kanker usus cukup rumit karena dokter harus memeriksa kondisi usus melalui endoskopi, kolonoskopi, CAT Scan hingga DNA tinja. Tapi kini ilmuwan menemukan dua faktor yang bisa mendeteksi potensi kanker usus.

Peneliti menemukan pemeriksaan kadar protein dan keberadaan bakteri Helicobacter Pylori sebagai petunjuk adanya risiko kanker usus.

Meningkatnya kadar C-Reactive Protein (CRP), menunjukkan risiko lebih tingi untuk terkena kanker usus besar. Protein tersebut meningkat kadarnya ketika terjadi inflamasi atau radang di dalam tubuh.

“Kenaikan kadar CRP bisa menjadi penanda faktor resiko kanker usus, tetapi bukan penyebab,” ungkap Prof. Dr. Gong Yang, peneliti dari Vanderbilt University seperti dilansir dari Sciencedaily, Kamis (22/4/2010).

Ilmuwan meneliti 338 kasus kanker usus pada peserta Shanghai Women’s Health Study, kemudian membandingkannya dengan 451 wanita sehat.

Hasilnya, wanita dengan kadar CRP lebih tinggi punya risiko 2,5 kali lipat untuk terkena kanker kolon dibandingkan wanita dengan kadar CRP lebih sedikit.

Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Duane T. Smoot dari Howard University menemukan orang yang memiliki bakteri Helicobacter Pylori meningkatkan risiko terbentuknya polip di daerah colorectal. Polip tersebut sering berkembang menjadi kanker.

“Sebagian besar polip tersebut akan berkembang menjadi kanker jika tidak diangkat. Karenanya, kita bisa mengamati keberadaan bakteri H. Pylori sebagai strategi pencegahan kanker,” kata Smoot.

Kedua hasil penelitian itu dipresentasikan di ajang tahunan American Association for Cancer Research (AACR), yang berlangsung 19 April 2010 di Washington D.C.

Kanker usus butuh waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Namun jika menemukan gejala-gejalanya bisa melakukan deteksi dini agar peluang sembuhnya lebih besar.

Gejalanya antara lain:

Orang yang berisiko kena kanker usus antara lain:

Jarang makan buah dan sayuran dan lebih senang daging

Kurang aktivitas

Merokok

Infeksi virus

Adanya polip pada kolon.