Influenza Itu Bukan Cuma Sekedar Batuk Pilek Biasa

Merry Wahyuningsih : detikHealth

detikcom – Jakarta, Influenza sering dianggap remeh karena sering dianggap hanya sekedar batuk dan pilek biasa. Faktanya virus influenza dapat mengakibatkan penyakit yang parah dan bahkan kematian.

Influenza atau flu adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Tiap tahunnya, 5-10 persen dari populasi orang dewasa dan 20-30 persen dari populasi anak-anak terkena influenza.

Influenza dapat dikenali dengan timbulnya demam tinggi (39-40 derajat celcius), sakit kepala, batuk yang parah, kelelahan ekstrim dan atau pegal-pegal.

Tidak seperti batuk pilek biasa, influenza dapat menyebabkan penyakit berbahaya dan komplikasi yang mengancam hidup banyak orang.

Epidemi tahunan influenza menyebabkan kurang lebih 3 juta kasus keparahan penyakit dan menyebabkan 250- 500 ribu kematian di seluruh dunia.

Vaksinasi tahunan adalah cara paling efektif untuk mencegah infeksi influenza dan komplikasi yang diakibatkannya.

“Sayangnya, banyak orang Indonesia yang tidak tahu bahwa kita membutuhkan vaksin influenza setiap tahunnya. Bahkan, kadang dokter pun kurang memahami hal ini,” ujar Prof Dr Samsuridjal Djauzi, dr, Sp.PD, dari Divisi Alergi-Imunologi Klinik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, dalam acara simposium ‘Influenza Current Situation and Prevention’ di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (5/6/2010).

Influenza dapat memicu infeksi sekunder dan eksaserbasi kondisi medis kronis yang telah ada, yang menyebabkan komplikasi berat, seperti otitis media akut dan pneumonia, asma dan eksaserbasi COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease), meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular, penurunan faal ginjal, dan memperburuk kondisi diabetik.

Beberapa kelompok populasi mempunyai risiko tinggi terjadinya morbiditas dan mortalitas akibat influenza:

Pada kedua kelompok usia yang rentan:

1. Anak-anak dengan usia kurang dari 2 tahun adalah kelompok dengan risiko komplikasi dan rawat inap rumah sakit yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.

2. Lebih dari 90 persen kasus kematian akibat influenza terjadi pada kelompok usia 65 tahun atau lebih.

Pasien dengan penyakit penyerta:

Dengan penyakit kardiovaskular, 50 kali lebih besar

Dengan penyakit pulmoner, lebih dari 100 kali lebih besar

Dengan 2 atau lebih dari penyakit penyerta, lebih dari 100 kali lebih besar

“Selain kebiasaan hidup sehat, vaksinasi adalah cara pencegahan influenza yang paling efektif,” ujar Prof Cissy B. Kartasasmita, dr., Sp.A(K), MSc, PhD, Guru besar Ilmu Kesehatan Anak UNPAD dan ahli paru dan saluran napas anak RS Dr Hasan Sadikin, Bandung.

Vaksinasi influenza memberikan keuntungan yang nyata bagi kelompok populasi risiko tinggi, yaitu:

1. Anak-anak
Vaksinasi pada anak-anak menunjukkan efektifitas 77-91 persen untuk mencegah gejala akibat influenza, kesakitan akibat virus influenza tipe A

2. Usia lanjut
Vaksinasi terbukti menurunkan angka rawat inap rumah sakit akibat influenza san pneumonia sebesar 27-34 persen.

3. Pasien asma
Pada anak-anak dengan kondisi asma. Vaksinasi influenza terbukti menurunkan 22-41 persen eksaserbasi asma akut selama musim influenza.

4. Pasien diabetes
Vaksinasi influenza terbukti menurunkan angka rawat inap rumah sakit untuk semua komplikasi atau angka kematian sebesar 72 persen pada pasien diabetes untuk usia 18-64 tahun.

5. Pasien COPD
Vaksinasi influenza terbukti efektif menurunkan eksaserbasi pada pasien COPD ringan sampai berat sebesar 60-75 persen.

6. Pasien kardiovaskuler
Pada pasein dengan riwayat kardiovaskular, vaksinasi influenza daoat menurunkan kejadian stroke sampai 55 persen dan menurunkan kejadian infark miokardial sebesar 67 persen.

WHO telah menetapkan tujuan yang nyata unuk meningkatkan cakupan vaksinasi bagi kelompok populasi berisiko tinggi dan mencapai cakupan vaksinasi sebesar 75 persen kelompok populasi usia lanjut pada tahun 2010.

Saat ini ACIP (Advisory Committee on Immunization Practices) merekomendasikan perpanjangan masa pemberian vaksinasi influenza hingga sepanjang musim influenza.

“Di Indonesia sendiri, vaksinasi influenza masih belum dijadikan program nasional, kemungkinan baru tahun depan. Yang sudah ada baru imunisasi Haemophilus Influenzae type B (HIB),” ujar Prof Dr Sri Endang Rezeki S. Hadinegoro, dr., Sp.A(K), Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis Departemen Kesehatan Anak FKUI-RSCM.