Olahraga Peredam Marah

KOMPAS.com — Punya jadwal meeting dengan bos atau klien yang sulit dan bisa memancing emosi? Lakukan aktivitas olahraga sebelumnya. Penelitian menunjukkan olahraga bisa membuat mood menjadi lebih baik dan meredakan marah.

Seperti halnya aspirin yang efektif untuk mencegah serangan jantung, demikian juga olahraga untuk mencegah nafsu untuk marah meledak keluar. Demikian perumpamaan yang dipakai Nathaniel Thom, PhD, peneliti dari University of Georgia, Amerika Serikat, yang melakukan riset ini.

Dalam penelitiannya, ia melibatkan 16 mahasiswa yang memiliki temperamen gampang marah. Mereka diminta melakukan olahraga dengan intensitas sedang, yakni bersepeda, selama 30 menit. Sebelum dan sesudah olahraga, para responden diperlihatkan foto-foto yang bisa memancing marah dan foto yang menimbulkan rasa iba atau foto yang bersifat netral.

Setelah berolahraga, para responden diminta mengukur seberapa marah mereka (dalam skala poin 1-20) melihat foto-foto itu. Ternyata, setelah olahraga dan beristirahat, foto-foto itu tidak lagi membuat mereka mudah marah dibandingkan dengan saat sebelum olahraga.

Meski hasil penelitian ini masih dalam skala kecil dan butuh pembuktian lebih lanjut, menurut Thom, sebenarnya amarah dan olahraga memiliki kaitan.

Rasa marah dan sikap agresif disebabkan oleh rendahnya kadar hormon yang menenangkan atau serotonin. Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan olahraga bisa meningkatkan kadar serotonin di otak.

Sementara itu, pakar psikologi olahraga Michael R Bracko, EdD, mengatakan, olahraga yang kita lakukan bisa mengalihkan emosi marah, bukan meredakan marah.

Yang pasti, kemarahan tak selalu bisa menyelesaikan permasalahan. Dengan berolahraga, bukan hanya mood lebih terjaga, sudah pasti tubuh mendapatkan manfaat sehatnya. Anda bisa memilih jenis olahraga yang menenangkan seperti yoga atau olahraga pembakar semangat, sesuai dengan kebutuhan.