Orang Agresif Berisiko Tinggi Kena Hipertensi dan Stroke

detikcom – Jakarta, Secara psikologis manusia memiliki tipe kepribadian yang berbeda-beda. Dalam sebuah studi, terbukti bahwa orang yang memiliki sifat agresif memiliki risiko tinggi terhadap tekanan darah tinggi (hipertensi) dan stroke.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan U.S. National Institute of Aging (NIA), orang agresif memiliki peluang 40 persen lebih tinggi mengembangkan tekanan darah tinggi dan stroke.

Orang yang memiliki kepribadian agresif cenderung lebih kompetitif, manipulatif, egois dan sombong. Hal ini ternyata juga mencerminkan pola perilaku dalam kesehatan arteri yang memasok darah ke jantung, ginjal dan otak (organ penting dalam tubuh manusia).

Orang agresif biasanya memiliki arteri yang lebih tebal dan kurang elastis (aterosklerosis). Kondisi ini membuat orang-orang dengan sifat tersebut lebih rentan terhadap hipertensi dan stroke.

Dilansir dari Medindia, Jumat (3/9/2010), pemimpin studi Angelina Sutin dalam Journal of the American Heart Association menjelaskan bahwa orang-orang agresif memiliki risiko lebih besar mengalami penebalan arteri karotid (arteri leher), yang merupakan faktor risiko penyakit jantung dan stroke.

Menurut Sutin, komplikasi akibat penebalan dinding arteri secara perlahan progresif dan kumulatif. Hal ini umumnya asimtomatik (tanpa gejala) dan memerlukan waktu yang lama untuk memunculkan gejala.

Namun, hipertensi, nyeri dada, angina (sakit di dada saat sedang beraktivitas), serangan iskemik transien (transient ischemic attacks atau TIA) adalah petunjuk untuk diagnosis aterosklerosis (penebalan dinding arteri).

Penebalan dinding arteri terjadi akibat menumpuknya plak (produk kolesterol dan lemak). Jika plak ini pecah, akan menyebabkan pembentukan thrombus yang dapat memperlambat atau menghentikan aliran darah.

Penghentian aliran darah dapat menyebabkan kematian jaringan dalam 5 menit, yang disebut dengan infark. Ketika hal ini terjadi di arteri ke otak disebut stroke dan jika terjadi di arteri jantung disebut dengan infark miokard atau serangan jantung.

Penebalan dinding arteri juga mengurangi lumen pembuluh darah dan menyebabkannya menjadi kurang elastis, sehingga aliran darah lebih tahan dan ini menyebabkan peningkatan tekanan darah arteri (hipertensi).

Meskipun penebalan dinding arteri adalah tanda penuaan, tapi orang yang agresif bisa mengalaminya pada usia yang sangat muda. Umumnya pria memiliki dinding arteri lebih tebal daripada wanita, tapi wanita agresif juga bisa mengalahkan ketebalam dinding arteri pria.

Oleh karena itu, orang dengan sifat agresif harus melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara periodik untuk menilai kesehatan jantungnya, yaitu dengan kadar:

Total kolesterol harus kurang dari 200mg/dL

Tingkat HDL (kolesterol baik) harus lebih dari 60mg/dL unutk membantu mencegah penyakit jantung

Tingkat LDL (kolesterol jahat) harus kurang dari 100mg/dL dan kurang dari 70mg/dL untuk orang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah)