Pengembangan Antibiotik Alami Kemunduran

AN Uyung Pramudiarja : detikHealth

detikcom – Boston, Munculnya bakteri-bakteri yang kebal obat tidak diimbangi dengan pengembangan antibiotik baru. Jika tidak diatasi, para ahli memperkirakan dalam 10 tahun mendatang kondisinya akan sama seperti masa sebelum penisilin ditemukan.

Infeksi bakteri yang kebal berbagai jenis obat merupakan masalah global yang dihadapi negara-negara maju maupun negara berkembang. Ribuan orang telah terinfeksi dan meninggal karena tidak ada obat yang bisa menyelamatkannya.

Di Ursula Theuretzbacher dari Austrian Centre for Anti-Infective Agents mengatakan salah satu kendala untuk mengembangkan antibiotik baru adalah kurangnya dukungan dari industri obat. Arah pengembangan obat baru di industri sering tidak sejalan dengan kebutuhan dunia medis.

“Masyarakat harus punya peran untuk mengisi kesenjangan tersebut, agar ada dana paling tidak untuk tahap awal penelitian dan pengembangan,” ungkap Dr Theuretzbacher saat berbicara dalam pembukaan Interscience Conference on
Antimicrobial Agents and Chemotherapy (ICAAC).

Dr Theuretzbacher menambahkan pihaknya tengah mengusulkan skema kemitraan antara swasta dengan masyarakat. Skema itu akan mengarahkan dana yang berasal dari masyarakat untuk membiayai penelitian dan pengembangan antibiotik baru.

Ia juga menyarankan adanya peraturan yang lebih ketat mengenai penggunaan antibiotik. Seperti diketahui, salah satu penyebab munculnya bakteri yang kebal obat adalah penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak rasional.

Sementara itu Dr Gary Noel yang mewakili sebuah perusahaan farmasi mengakui kurangnya penelitian ilmiah tentang antibiotik. Dalam 10 tahun terakhir, jumlah penelitian semacam itu mengalami penurunan hingga 50 persen.

Berdasarkan riset yang dilakukannya, saat ini ada sekitar 50 molekul obat baru yang akan dikembangkan untuk mengatasi infeksi. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 10 persen yang benar-benar menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.

“Ketika ada obat baru yang sampai pada tahap akhir pengembangan, masih butuh waktu 2 hingga 4 tahun untuk bsia digunakan oleh pasien,” ungkap Dr Noel seperti dikutip dari Ninemsn, Selasa (14/9/2010).

Masalah pengembangan antibiotik menjadi bahasan utama dalam pertemuan para pakar penyakit menular yang berlangsung di Boston antara 12-15 September 2010 tersebut. Sekitar 12.000 peserta pertemuan memperingatkan ancaman kelangkaan antibiotik dapat membawa manusia kembali ke era sebelum penisilin ditemukan.

Organisasi kesehatan dunia, WHO baru-baru ini mengeluarkan peringatan terbaru terkait adanya gen metallo-lactamase-1 (NDM-1) yang bisa membuat bakteri kebal terhadap segala jenis antibiotik. Jurnal Lancet melaporkan bakteri yang mengandung gen tersebut telah menjangkiti 37 warga Inggris.