Waspadai Telur Bebek


Liputan6.com, London: Anda penggemar telur bebek? Waspadalah, karena ancaman bakteri salmonella berada di belakangnya. Baru-baru ini dilaporkan 66 kasus keracunan akibat mengonsumsi makanan itu di London, Inggris. Bahkan, salah seorang di antaranya tewas.

Para penyelidik memastikan, sebagian besar korban tidak bepergian ke luar negeri. Artinya,  mereka tertular lewat makanan yang dikonsumsi selama di negeri itu. Ketika ke-21 korban diminta menyusun daftar makanan yang dikonsumsi, 67 persen atau sekitar 14 orang mengatakan bahwa mereka memakan produk  olahan daging dan telur bebek.

“Kami telah menghimbau masyarakat untuk memasak telur bebek dengan benar sebelum mengonsumsinya. Telur bebek harus dimasak sampai kuning telur benar-benar masak dan padat, untuk menhindari tertular bakteri mematikan ini,” kata juru bicara Badan Standarisasi Makanan (FPA) di London, Inggris, Jumat (17/9).

Cangkang telur bebek yang cenderung lebih tipis dibandingkan telur lain diuga menjadi “pintu” masuknya bakteri salmonela. Sejumlah sumber menuturkan, racun salmonella membahayakan kesehatan. Khususnya, mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah, seperti lansia dan bayi.

Bakteri dapat dengan cepat masuk ke aliran darah dan menyebar ke bagian-bagian lain. Racun itu sangat serius dan berbahaya. Karena itu, perlu segera diobati dengan antibiotik. Orang yang terserang salmonella biasanya menunjukkan gejala, seperti demam, kejang pada perut, dan diare.

Gejala itu berlangsung selama 12-72 jam setelah terkontaminasi salmonella dari makanan atau minuman.(telegraph/SHA)