Minyak Goreng Bekas Picu Kanker


Liputan6.com, Pangkal Pinang: Minyak goreng bekas dapat menyebabkan berbagai penyakit kanker karena mengandung racun bentonit. Minyak goreng yang telah dipakai menggoreng sebanyak tiga kali merupakan cairan yang tidak sehat.

Hal ini disampaikan Kepala Bagian Penyehatan Masyarakat pada Dinkes Kota Pangkalpinang, Hester, Ahad (3/10).

“Minyak goreng bekas sering digunakan pedagang kaki lima untuk mencari keuntungan besar dengan mengorbankan kesehatan konsumen,” ujar Hester.

Hester menjelaskan, minyak goreng bekas yang mengandung bentonit dan senyawa mineral montmorillonite biasa digunakan sebagai bahan pemucat crude palm oil (CPO). Bentonit juga dapat digunakan sebagai pemucat minyak goreng bekas (jelantah). Minyak goreng yang telah dipanaskan berulang-ulang sudah mengalami kerusakan baik sifat fisik ataupun kimianya.

“Parameter kerusakan sifat fisik dan kimia minyak goreng dapat dilihat dari derajat warna, kekentalan (viskositas), bilangan iod, bilangan peroksida, bilangan asam dan kadar air pada minyak tersebut,” kata Hester.

Hester mengatakan, untuk mengantipasi pemakaian minyak berulang-ulang oleh pedagang kaki lima, Dinkes Kota Pangkalpinang dalam sekali sebulan melakukan pemantauan dan penyuluhan mengenai kebersihan bahan baku dan pemakaian minyak goreng.

“Meski agak sulit memantau pemakaian minyak goreng di tingkat pedagang kaki lima termasuk kebersihan makanan yang dijual karena mereka sering berpindah tempat berjualan, namun pihak dinkes tetap berusaha dan terus memantau demi kesehatan masyarakat banyak,” ujarnya.

Hester berharap, masyarakat lebih jeli dan teliti membeli gorengan di pingiran jalan. Perhatikan minyak goreng yang dipakai, apabila minyak goreng itu sudah hitam dan menimbulkan bau menyengat, masyarakat tidak membeli makanan tersebut.

“Makanan gorengan yang mengunakan minyak goreng yang tidak sehat akan menyebabkan berbagai penyakit kanker yang sangat membahayakan. Ya lebih baik mencegah dari pada mengobati penyakit tersebut,” imbuh Hester. (Ant)