Gen Otak Sehat Pemicu Stres


Liputan6.com, New Haven: Depresi adalah keluhan kesehatan sebagian besar orang. Para ilmuwan New Haven, Connecticut, Amerika Serikat, yang meneliti masalah depresi menemukan bahwa ada sebuah gen otak yang sehat berhubungan erat dalam mempengaruhi depresi manusia. Para peneliti berharap penemuan ini dapat mengarah pada pengobatan baru dan diagnosis awal kondisi.

Tim dari Yale University menemukan bahwa gen MKP-1, gen yang berfungsi sebagai penjaga otak yang sehat telah diidentifikasi sebagai penyebab utama depresi. MKP-1 diketahui dua kali lebih aktif beraksi kepada orang yang depresi dibandingkan dengan orang yang sehat mental.

Saat aktif, gen tersebut muncul blok molekular jalur penting bagi kelangsungan hidup dan fungsi syaraf di otak. Syaraf tersebut, seperti dilansir jurnal Nature Medicine, digunakan untuk mentransfer dan memproses informasi di otak dengan sinyal listrik dan kimia.

Menurut Profesor Ronald Duman, kehadiran MKP-1 sangat menarik karena gen tersebut langsung beraksi mempertahankan fungsi otak yang sehat. “Ini bisa menjadi penyebab utama. Atau setidaknya satu faktor utama, dengan kelainan sinyal yang mengarah ke depresi,” kata dia.

Para ilmuwan tadi mengidentifikasi gen setelah menganalisis sampel jaringan otak dari 21 pasien mati yang didiagnosis depresi. Sampel tersebut dibandingkan dengan orang-orantg yang berasal dari 18 individu bebas depresi. Rupanya, MKP-1 yang ditemukan dua kali lebih aktif dalam otak orang-orang yang mengalami depresi.

Hasil penelitian ini menguatkan fakta bahwa beberapa proses fisiologis terlibat dalam depresi klinis. Hal itu juga menjelaskan sebab dari 40 persen pasien depresi yang gagal merespons obat-obatan yang tersedia saat ini. Acapkali dibutuhkan beberapa minggu atau bulan konsumsi obat anti-depresan hingga berpengaruh pada proses penyembuhan.

Duman dan tim juga menemukan bahwa ketika MKP-1 dinonaktifkan pada tikus, binatang pengerat tersebut menjadi tahan stres. Dan ketika gen ini diaktifkan, tikus tadi langsung menunjukkan gejala depresi.(EPN)

Iklan