Terapi Hormon Tingkatkan Kematian Akibat Kanker Payudara

detikcom – Los Angeles, Terapi hormon banyak dilakukan perempuan untuk meningkatkan kualitas hidup seperti ingin hamil atau mengurangi dampak menopause. Tapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa terapi hormon dapat meningkatkan kematian perempuan karena kanker payudara.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association adalah yang pertama melaporkan kematian akibat kanker payudara di kalangan perempuan yang memakai terapi hormon pengganti.

“Berbeda dengan penelitian dua tahun lalu, pada penelitian ini kita benar-benar menunjukkan bahwa terapi hormon terkait dengan peningkatan risiko kematian akibat kanker payudara,” jelas Dr Rowan Chlebowski dari Los Angeles Biomedical Research Institute, yang memimpin studi, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (20/10/2010).

Dr Chlebowski menjelaskan temuan ini juga termasuk tindak lanjut dari 11 tahun studi dari Women’s Health Initiative yang pada tahun 2002 menemukan perempuan pemakai estrogen plus progesteron selama lima tahun memiliki tingkat yang lebih tinggi terkena kanker ovarium, kanker payudara, stroke dan masalah kesehatan lainnya.

Tim Dr Chlebowski menganalisa data lebih dari 12.000 perempuan dalam studi ini. Tim menemukan bahwa terapi hormon meningkatkan risiko perempuan meninggal akibat kanker payudara menjadi dua kali lipat, yaitu menjadi 2,6 per 10.000 per tahun dibandingkan sebelumnya 1,3 per 10.000 perempuan per tahun.

Hampir 24 persen pasien yang melakukan terapi hormon mengalami kanker payudara denga tumor yang telah menyebar ke getah bening.

“Semua kanker menakutkan dengan prognosis tidak menguntungkan meningkat. Dan kemudian untuk pertama kalinya kami menunjukkan kematian akibat kanker payudara secara signifikan juga meningkat,” ungkap Dr Chlebowski.

Tapi Dr Chlebowski mengatakan bahwa rata-rata umur perempuan yang dipelajari dari studi Women’s Health Initiative adalah 63 tahun, yaitu beberapa tahun dari menopause terakhir.