Stamina Berkurang Setelah Pengobatan Kanker Prostat


Liputan6.com, Sydney: Insting bertahan hidup dimiliki setiap orang. Segala macam cara pun dilakukan guna mendapatkan kesehatan dan performa yang baik. Namun, sebuah penelitian terkini menunjukkan perbedaan sangat kontras antara performa dan kesehatan. Seperti dilansir dari sebuah situs, penelitian lima tahun menyebutkan penderita kanker prostat kehilangan gairah dan semangat bercinta justru setelah menjalani pengobatan.

David Smith, pemimpin penelitian dari Pusat kanker New South Wales, Australia, mengatakan stamina berkurang atau impotensi adalah efek samping yang umum dari pengobatan kanker prostat, bersama dengan inkontinensia. “Penelitian kami menunjukkan impotensi baru terlihat pada diri pasien setelah lima tahun pengobatan kanker prostat konvensional, dengan pengecualian brachytherapy dosis rendah,” katanya.

Salah satu perawatan yang dikenal sebagai terapi kekurangan androgen menunjukkan 94 persen pasien merasa kurang berstamina dalam dua tahun mendatang. Dan meningkat menjadi 97 persen setelah lima tahun. Bedah saraf hemat hasil meningkat sedikit, tapi hanya pasien dengan tingkat brachytherapy dosis rendah mengalami impotensi yang lebih rendah, 38 persen penderita setelah dua tahun. Kemudian meningkat menjadi 43 persen setelah lima tahun. Pengobatan prostatektomi radikal maupun terapi sinar eksternal, ataupun kombinasi dari dua pengobatan, menyebabkan masalah impotensi bagi 70 sampai 80 persen pasien selama bertahun-tahun.(ANS/Xinhua)